<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ayastar's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ayastar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayastar.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2008 01:53:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ayastar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ayastar's Weblog</title>
		<link>http://ayastar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ayastar.wordpress.com/osd.xml" title="Ayastar&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ayastar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>mengolah sampah menjadi mewah</title>
		<link>http://ayastar.wordpress.com/2008/12/20/mengolah-sampah-menjadi-mewah/</link>
		<comments>http://ayastar.wordpress.com/2008/12/20/mengolah-sampah-menjadi-mewah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 01:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayastar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayastar.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Masalah sampah menjadi salah satu permasalahan di setiap kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Penangangan masalah sampah yang tidak baik akan menimbulkan dampak yang luas, tidak saja bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi perekonomian, dan sosial. Contoh kongkrit adalah permasalahan sampah di kota Bandung beberapa waktu yang lalu.Penanganan masalah sampah sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayastar.wordpress.com&amp;blog=4644162&amp;post=5&amp;subd=ayastar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah sampah menjadi salah satu permasalahan di setiap kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Penangangan masalah sampah yang tidak baik akan menimbulkan dampak yang luas, tidak saja bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi perekonomian, dan sosial. Contoh kongkrit adalah permasalahan sampah di kota Bandung beberapa waktu yang lalu.Penanganan masalah sampah sebenarnya tidak terlalu susah. Namun juga tidak sederhana. Untuk menangani masalah sampah ini diperlukan kemauan yang kuat baik dari pemerintah maupuan masyarakat. Kami ingin berbagi pengalaman tentang penanganan sampah organik pasar. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama <a href="http://www.ibriec.org”/"><span style="color:#b85b5a;">Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia</span></a> dengan <a href="http://www.danamonpeduli.or.id/"><span style="color:#0066cc;">Yayasan Danamon Peduli</span></a>. Tulisan ini ditulis berdasarkan laporan dari Dian Al Arief B yang berada di lapangan selama beberapa minggu. Semoga bermanfaat.</p>
<hr />Baca juga: <a href="http://isroi.wordpress.com/2008/05/03/mengelola-sampah-rumah-tangga-di-perkampunganperkotaan/"><span style="color:#0066cc;">Mengelola Sampah Warga di Perkampungan</span></a><br />
<span style="color:#0066cc;"></p>
<hr /></span></p>
<p> </p>
<h3>Pasar Bunder Sragen</h3>
<p><a title="pasar bunderan sragen" rel="attachment wp-att-195" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=195"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/pasarbundersragen.jpg?w=450" alt="pasar bunderan sragen" /></a><br />
Pasar Bunder Sragen salah satu lokasi pengolahan sampah pasar dengan PROMI</p>
<p>Link terkait: <a href="http://www.danamonpeduli.or.id/en/What'sNew_PasarBunder"><span style="color:#0066cc;">Pasar Bunderan</span></a></p>
<p>Pasar yang terletak di tengah kota sragen ini memiliki beberapa kelebihan.  Pertama adalah kesadaran para pedagang pasar akan kebersihan.  Setiap pedagang memiliki keranjang sampah sendiri-sendiri.  Pengelola pasarpun juga menyediakan tempat sampah yang tersusun rapi dalam jarak yang dekat (3 -4 m).  Perhatikan gambar di bawah ini,  petugas kebersihan mengangkut sampah setiap beberap jam sekali.</p>
<p><a title="angkut sampah" rel="attachment wp-att-198" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=198"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/angkutsampah.jpg?w=450" alt="angkut sampah" /></a><br />
Perhatikan tong sampah yang tersusun rapi dan ada logo Danamon Peduli.</p>
<p>Pedagang pun sudah mulai sadar untuk memisahkan sampah organikdengan sampah non organik.  Sampah sisa-sisa sayuran ditempatkan di tempat yang terpisah dengan sampah plastik.  Hal ini sangat memudahkan petugas sampah untuk sortasi sampah.</p>
<p><a title="sampah pasar bunderan" rel="attachment wp-att-199" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=199"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar01.jpg?w=450" alt="sampah pasar bunderan" /></a></p>
<p><a title="sampah pasar bunderan 2" rel="attachment wp-att-200" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=200"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar02.jpg?w=450" alt="sampah pasar bunderan 2" /></a></p>
<p>Sampah pasar yang didominasi sampah organik</p>
<p><a title="sampah plastik" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar03.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar03.jpg?w=450" alt="sampah plastik" /></a><br />
Sampah non organik mudah dipisahkan</p>
<p>Hebatnya lagi, jika kebetulan ada sampah yang tidak terangkut oleh petugas kebersihan para pedagang dengan sukarela mengupah mbok-mbok tukang angkut untuk membuat sampah ke tempat sampah.  Ongkosnya Rp. 1000 untuk setiap kali membuang sampah.</p>
<p><a title="buang sampah" rel="attachment wp-att-202" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=202"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/buangsampah.jpg?w=450" alt="buang sampah" /></a><br />
Mbok-mbok tukang angkut membuang sampah atas suruhan pedagang pasar.</p>
<p>Banyaknya sampah organik dari pasar Bunderan Sragen kurang lebih sebesar 5 ton per hari. Maka jika sampah organik ini diolah menjadi kompos maka bisa dihasilkan kurang lebih 2.5 ton kompos/hari atau kurang lebih 75 ton sebulan.</p>
<p>Nilai ekonominya lumayan besar juga. Misalkan saja kompos tersebut dihargai Rp. 250/kg maka nilainya mencapai Rp. 18.750.000 (Catatan:nilai ini bukan angka resmi hanya dugaan saya saja).</p>
<p>Selain kompos, pengolahan limbah organik pasar juga menghasilkan pupuk organik cair yang jumlahnya mencapai 180 liter/hari atau 5400 liter/bulan. Jika diasumsikan harga pupuk cair mencapai Rp. 20.000/liter maka nilainya bisa mencapai Rp. 10.800.000 /bulan(catatan: sekali lagi ini bukan angka resmi tetapi dugaan saya saja).</p>
<p>Jika dijumlahkan maka potensi nilai ekonominya mencapai Rp. 29.550.000/bulan. Jumlah yang cukup besar. Dan saya rasa ini bisa untuk membiayai pengelolaan sampah di pasar tersebut.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian adalah <strong>Siapa yang mau membeli kompos dan pupuk organik cair tersebut</strong>. Artinya bagaimana cara menjualnya dan di mana pasarnya. Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi yang jelas untuk hal ini.</p>
<p>Namun, demikian kompos dan pupuk cair ini bisa digunakan untuk banyak hal. Andaikan belum lakupun bisa digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman di pinggir jalan, taman-taman kota, perkantoran pemerintah, dan lain-lain. Atau melalui dinas-dinas terkait pupuk organik ini bisa diberikan kepada para petani yang ada di sragen. Banyak manfaat ganda yang diperoleh dari pengolahan sampah pasar ini.</p>
<h3>Rumah Kompos</h3>
<p>Untuk memperlancar kegiatan ini <a href="http://www.danamonpeduli.or.id/"><span style="color:#0066cc;">Yayasan Danamon Peduli</span></a> membangun rumah kompos yang didesain secara khusus. Secara umum rumah kompos terdiri dari bak-bak inkubasi berjumlah sekitar 14 bak, tempat untuk menampung sampah, ruang pencacahan dan mesin pencacah, tempat untuk menampung sampah non organik, ruang pengemasan, dan display. Di dalam rumah kompos tersebut didesain pula saluran-saluran air untuk menampung air lindi yang keluar dari sampah dan ditampung di bak fermentasi sebelum diolah menjadi pupuk cair.<br />
<a title="rumah kompos" rel="attachment wp-att-220" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=220"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos1.jpg?w=450" alt="rumah kompos" /></a><br />
Rumah kompos yang sedang dalam proses pembangunan.</p>
<p><a title="bak pengomposan" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos2.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos2.jpg?w=450" alt="bak pengomposan" /></a><br />
Bak pengomposan.</p>
<h3>Prosedur Pengomposan</h3>
<p>Prosedur umum pengomposan pada prinsipnya hampir sama seperti pada prosedur yang telah saya jelaskan di bagian lain (klik di sini). Tetapi ada sedikit modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan yang akan dikomposkan. Langkah-langkah umumnya sebagai berikut.</p>
<p><strong>1. Pengumpulan dan pemisahan sampah</strong><br />
Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunderan adalah sampah organik, tahapan ini mudah dilakukan secara manual.<br />
<a title="mengumpulkan sampah" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkansampah.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkansampah.jpg?w=450" alt="mengumpulkan sampah" /></a></p>
<p><a title="sortasi" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkandansortasi.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkandansortasi.jpg?w=450" alt="sortasi" /></a><br />
Menampung sampah sekaligus menyortir sampah non organik.</p>
<p><strong>2. Pencacahan Sampah</strong><br />
Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos.<br />
<a title="pencacahan 1" rel="attachment wp-att-225" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=225"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan1.jpg?w=450" alt="pencacahan 1" /></a></p>
<p><a title="pencacahan ke2" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan2.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan2.jpg?w=450" alt="pencacahan ke2" /></a></p>
<p><strong>3. Penyiapan <a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="color:#0066cc;">PROMI</span></a></strong><br />
Umumnya untuk bahan-bahan lain <a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="color:#0066cc;">PROMI</span></a> diencerkan dengan air, tetapi untuk sampah pasar ini PROMI tidak boleh diencerkan dengan air. Kandungan air di dalam sampah sudah cukup tinggi sehingga penambahan air akan kurang baik untuk proses pengomposan. Bahan yang digunakan untuk mengencerkan <a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="color:#0066cc;">PROMI</span></a> adalah pasir atau tanah kering. Tanah/Pasir diayak terlebih dahulu sebelum digunakan.<br />
<a title="PROMI dan Pasir" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi1.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi1.jpg?w=450" alt="PROMI dan Pasir" /></a></p>
<p><a title="pengenceran promi" rel="attachment wp-att-228" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=228"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi2.jpg?w=450" alt="pengenceran promi" /></a></p>
<p><strong>4. Pecampuran <a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="color:#0066cc;">PROMI</span></a> di dalam Bak Pengomposan</strong><br />
Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. Sampah tidak boleh diinjak-injak, karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang. Setelah penuh, sampah ditutup dengan terpal plastik dan didiamkan selama 14 hari.<br />
<a title="ditampung di bak pengomosan" rel="attachment wp-att-229" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=229"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/penumpukan.jpg?w=450" alt="ditampung di bak pengomosan" /></a></p>
<p><a title="proses inkubasi" rel="attachment wp-att-230" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=230"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/inkubasi.jpg?w=450" alt="proses inkubasi" /></a><br />
Sampah ditutup dengan terpal plastik dan diikubasi.</p>
<p><strong>5. Panen Kompos</strong><br />
Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Kompos sampah telah cukup matang. Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Di tempat ini kompos dicacah lagi dan dikemas ke dalam karung-karung plastik.<br />
<a title="kompos yang telah matang" rel="attachment wp-att-231" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=231"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/komposmatang2.jpg?w=450" alt="kompos yang telah matang" /></a><br />
Kompos matang setelah 14 hari.</p>
<p><a title="panen kompos" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/panenkompos.jpg"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/panenkompos.jpg?w=450" alt="panen kompos" /></a><br />
Panen kompos.</p>
<p><strong>6. Pengolahan Paska Panen</strong><br />
Setelah dipanen kompos dijemur untuk mengurangi kadar air kompos. Kompos yang telah kering selanjutnya dicacah agar ukurannya seragam dan menarik. Kemudain kompos dikemas ke dalam karung-karung plastik.</p>
<p><a title="penjemuran" rel="attachment wp-att-234" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=234"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/penjemuran.jpg?w=450" alt="penjemuran" /></a><br />
Penyemuran</p>
<p><a title="pengemasan" rel="attachment wp-att-235" href="http://ayastar.wordpress.com/?attachment_id=235"><img src="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pengemasan.jpg?w=450" alt="pengemasan" /></a><br />
Pengemasan</p>
<h3>Penanganan Lindi</h3>
<p><strong></strong></p>
<hr /><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Masalah sampah menjadi salah satu permasalahan di setiap kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Penangangan masalah sampah yang tidak baik akan menimbulkan dampak yang luas, tidak saja bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi perekonomian, dan sosial. Contoh kongkrit adalah permasalahan sampah di kota Bandung beberapa waktu yang lalu.Penanganan masalah sampah sebenarnya tidak terlalu susah. Namun juga tidak sederhana. Untuk menangani masalah sampah ini diperlukan kemauan yang kuat baik dari pemerintah maupuan masyarakat. Kami ingin berbagi pengalaman tentang penanganan sampah organik pasar. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama </span><a href="http://www.ibriec.org/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia</span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> dengan </span><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Yayasan Danamon Peduli</span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">. Tulisan ini ditulis berdasarkan laporan dari Dian Al Arief B yang berada di lapangan selama beberapa minggu. Semoga bermanfaat.</span></span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Baca juga: </span><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/05/03/mengelola-sampah-rumah-tangga-di-perkampunganperkotaan/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mengelola Sampah Warga di Perkampungan</span></a></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pasar Bunder Sragen</span></span></h3>
<p><a title="pasar bunderan sragen" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pasar-bunderan-sragen/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pasar Bunder Sragen salah satu lokasi pengolahan sampah pasar dengan PROMI</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Link terkait: </span><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/en/What'sNew_PasarBunder"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pasar Bunderan</span></a></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pasar yang terletak di tengah kota sragen ini memiliki beberapa kelebihan.  Pertama adalah kesadaran para pedagang pasar akan kebersihan.  Setiap pedagang memiliki keranjang sampah sendiri-sendiri.  Pengelola pasarpun juga menyediakan tempat sampah yang tersusun rapi dalam jarak yang dekat (3 -4 m).  Perhatikan gambar di bawah ini,  petugas kebersihan mengangkut sampah setiap beberap jam sekali.</span></span></p>
<p><a title="angkut sampah" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/angkut-sampah/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Perhatikan tong sampah yang tersusun rapi dan ada logo Danamon Peduli.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pedagang pun sudah mulai sadar untuk memisahkan sampah organikdengan sampah non organik.  Sampah sisa-sisa sayuran ditempatkan di tempat yang terpisah dengan sampah plastik.  Hal ini sangat memudahkan petugas sampah untuk sortasi sampah.</span></span></p>
<p><a title="sampah pasar bunderan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/sampah-pasar-bunderan/"></a></p>
<p><a title="sampah pasar bunderan 2" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/sampah-pasar-bunderan-2/"></a></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sampah pasar yang didominasi sampah organik</span></span></p>
<p><a title="sampah plastik" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar03.jpg"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sampah non organik mudah dipisahkan</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hebatnya lagi, jika kebetulan ada sampah yang tidak terangkut oleh petugas kebersihan para pedagang dengan sukarela mengupah mbok-mbok tukang angkut untuk membuat sampah ke tempat sampah.  Ongkosnya Rp. 1000 untuk setiap kali membuang sampah.</span></span></p>
<p><a title="buang sampah" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/buang-sampah/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mbok-mbok tukang angkut membuang sampah atas suruhan pedagang pasar.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Banyaknya sampah organik dari pasar Bunderan Sragen kurang lebih sebesar 5 ton per hari. Maka jika sampah organik ini diolah menjadi kompos maka bisa dihasilkan kurang lebih 2.5 ton kompos/hari atau kurang lebih 75 ton sebulan.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nilai ekonominya lumayan besar juga. Misalkan saja kompos tersebut dihargai Rp. 250/kg maka nilainya mencapai Rp. 18.750.000 (Catatan:nilai ini bukan angka resmi hanya dugaan saya saja).</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selain kompos, pengolahan limbah organik pasar juga menghasilkan pupuk organik cair yang jumlahnya mencapai 180 liter/hari atau 5400 liter/bulan. Jika diasumsikan harga pupuk cair mencapai Rp. 20.000/liter maka nilainya bisa mencapai Rp. 10.800.000 /bulan(catatan: sekali lagi ini bukan angka resmi tetapi dugaan saya saja).</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jika dijumlahkan maka potensi nilai ekonominya mencapai Rp. 29.550.000/bulan. Jumlah yang cukup besar. Dan saya rasa ini bisa untuk membiayai pengelolaan sampah di pasar tersebut.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pertanyaannya kemudian adalah <strong>Siapa yang mau membeli kompos dan pupuk organik cair tersebut</strong>. Artinya bagaimana cara menjualnya dan di mana pasarnya. Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi yang jelas untuk hal ini.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun, demikian kompos dan pupuk cair ini bisa digunakan untuk banyak hal. Andaikan belum lakupun bisa digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman di pinggir jalan, taman-taman kota, perkantoran pemerintah, dan lain-lain. Atau melalui dinas-dinas terkait pupuk organik ini bisa diberikan kepada para petani yang ada di sragen. Banyak manfaat ganda yang diperoleh dari pengolahan sampah pasar ini.</span></span></p>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rumah Kompos</span></span></h3>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk memperlancar kegiatan ini </span><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Yayasan Danamon Peduli</span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> membangun rumah kompos yang didesain secara khusus. Secara umum rumah kompos terdiri dari bak-bak inkubasi berjumlah sekitar 14 bak, tempat untuk menampung sampah, ruang pencacahan dan mesin pencacah, tempat untuk menampung sampah non organik, ruang pengemasan, dan display. Di dalam rumah kompos tersebut didesain pula saluran-saluran air untuk menampung air lindi yang keluar dari sampah dan ditampung di bak fermentasi sebelum diolah menjadi pupuk cair.<br />
</span><a title="rumah kompos" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/rumah-kompos/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rumah kompos yang sedang dalam proses pembangunan.</span></span></p>
<p><a title="bak pengomposan" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos2.jpg"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bak pengomposan.</span></span></p>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Times New Roman;">Prosedur Pengomposan</span></span></h3>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Prosedur umum pengomposan pada prinsipnya hampir sama seperti pada prosedur yang telah saya jelaskan di bagian lain (klik di sini). Tetapi ada sedikit modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan yang akan dikomposkan. Langkah-langkah umumnya sebagai berikut.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>1. Pengumpulan dan pemisahan sampah</strong><br />
Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunderan adalah sampah organik, tahapan ini mudah dilakukan secara manual.<br />
</span></span><a title="mengumpulkan sampah" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkansampah.jpg"></a></p>
<p><a title="sortasi" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkandansortasi.jpg"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menampung sampah sekaligus menyortir sampah non organik.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>2. Pencacahan Sampah</strong><br />
Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos.<br />
</span></span><a title="pencacahan 1" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pencacahan-1/"></a></p>
<p><a title="pencacahan ke2" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan2.jpg"></a></p>
<p><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Penyiapan </span><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">PROMI</span></a></strong><br />
<span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Umumnya untuk bahan-bahan lain </span><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">PROMI</span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> diencerkan dengan air, tetapi untuk sampah pasar ini PROMI tidak boleh diencerkan dengan air. Kandungan air di dalam sampah sudah cukup tinggi sehingga penambahan air akan kurang baik untuk proses pengomposan. Bahan yang digunakan untuk mengencerkan </span><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">PROMI</span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> adalah pasir atau tanah kering. Tanah/Pasir diayak terlebih dahulu sebelum digunakan.<br />
</span><a title="PROMI dan Pasir" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi1.jpg"></a></p>
<p><a title="pengenceran promi" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengenceran-promi/"></a></p>
<p><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Pecampuran </span><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">PROMI</span></a><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> di dalam Bak Pengomposan</span></strong><br />
<span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. Sampah tidak boleh diinjak-injak, karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang. Setelah penuh, sampah ditutup dengan terpal plastik dan didiamkan selama 14 hari.<br />
</span><a title="ditampung di bak pengomosan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/ditampung-di-bak-pengomosan/"></a></p>
<p><a title="proses inkubasi" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/proses-inkubasi/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sampah ditutup dengan terpal plastik dan diikubasi.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>5. Panen Kompos</strong><br />
Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Kompos sampah telah cukup matang. Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Di tempat ini kompos dicacah lagi dan dikemas ke dalam karung-karung plastik.<br />
</span></span><a title="kompos yang telah matang" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/kompos-yang-telah-matang/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kompos matang setelah 14 hari.</span></span></p>
<p><a title="panen kompos" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/panenkompos.jpg"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Panen kompos.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>6. Pengolahan Paska Panen</strong><br />
Setelah dipanen kompos dijemur untuk mengurangi kadar air kompos. Kompos yang telah kering selanjutnya dicacah agar ukurannya seragam dan menarik. Kemudain kompos dikemas ke dalam karung-karung plastik.</span></span></p>
<p><a title="penjemuran" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/penjemuran/"></a><br />
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penyemuran</span></span></p>
<div><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="text-decoration:none;"><span style="color:#000000;">Masalah sampah menjadi salah satu permasalahan di setiap kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Penangangan masalah sampah yang tidak baik akan menimbulkan dampak yang luas, tidak saja bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi perekonomian, dan sosial. Contoh kongkrit adalah permasalahan sampah di kota Bandung beberapa waktu yang lalu.Penanganan masalah sampah sebenarnya tidak terlalu susah. Namun juga tidak sederhana. Untuk menangani masalah sampah ini diperlukan kemauan yang kuat baik dari pemerintah maupuan masyarakat. Kami ingin berbagi pengalaman tentang penanganan sampah organik pasar. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama </span></span></a></span></div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="text-decoration:none;"></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="color:#000000;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Baca juga: </span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;">
<hr size="2" /></div>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Pasar Bunder Sragen</span></span></h3>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Link terkait: </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pasar yang terletak di tengah kota sragen ini memiliki beberapa kelebihan.  Pertama adalah kesadaran para pedagang pasar akan kebersihan.  Setiap pedagang memiliki keranjang sampah sendiri-sendiri.  Pengelola pasarpun juga menyediakan tempat sampah yang tersusun rapi dalam jarak yang dekat (3 -4 m).  Perhatikan gambar di bawah ini,  petugas kebersihan mengangkut sampah setiap beberap jam sekali.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Pedagang pun sudah mulai sadar untuk memisahkan sampah organikdengan sampah non organik.  Sampah sisa-sisa sayuran ditempatkan di tempat yang terpisah dengan sampah plastik.  Hal ini sangat memudahkan petugas sampah untuk sortasi sampah.</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Sampah pasar yang didominasi sampah organik</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Hebatnya lagi, jika kebetulan ada sampah yang tidak terangkut oleh petugas kebersihan para pedagang dengan sukarela mengupah mbok-mbok tukang angkut untuk membuat sampah ke tempat sampah.  Ongkosnya Rp. 1000 untuk setiap kali membuang sampah.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Banyaknya sampah organik dari pasar Bunderan Sragen kurang lebih sebesar 5 ton per hari. Maka jika sampah organik ini diolah menjadi kompos maka bisa dihasilkan kurang lebih 2.5 ton kompos/hari atau kurang lebih 75 ton sebulan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Nilai ekonominya lumayan besar juga. Misalkan saja kompos tersebut dihargai Rp. 250/kg maka nilainya mencapai Rp. 18.750.000 (Catatan:nilai ini bukan angka resmi hanya dugaan saya saja).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selain kompos, pengolahan limbah organik pasar juga menghasilkan pupuk organik cair yang jumlahnya mencapai 180 liter/hari atau 5400 liter/bulan. Jika diasumsikan harga pupuk cair mencapai Rp. 20.000/liter maka nilainya bisa mencapai Rp. 10.800.000 /bulan(catatan: sekali lagi ini bukan angka resmi tetapi dugaan saya saja).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jika dijumlahkan maka potensi nilai ekonominya mencapai Rp. 29.550.000/bulan. Jumlah yang cukup besar. Dan saya rasa ini bisa untuk membiayai pengelolaan sampah di pasar tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pertanyaannya kemudian adalah <strong>Siapa yang mau membeli kompos dan pupuk organik cair tersebut</strong>. Artinya bagaimana cara menjualnya dan di mana pasarnya. Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi yang jelas untuk hal ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, demikian kompos dan pupuk cair ini bisa digunakan untuk banyak hal. Andaikan belum lakupun bisa digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman di pinggir jalan, taman-taman kota, perkantoran pemerintah, dan lain-lain. Atau melalui dinas-dinas terkait pupuk organik ini bisa diberikan kepada para petani yang ada di sragen. Banyak manfaat ganda yang diperoleh dari pengolahan sampah pasar ini.</span></p>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Rumah Kompos</span></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Untuk memperlancar kegiatan ini </span></p>
<p> </p>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Prosedur Pengomposan</span></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Prosedur umum pengomposan pada prinsipnya hampir sama seperti pada prosedur yang telah saya jelaskan di bagian lain (klik di sini). Tetapi ada sedikit modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan yang akan dikomposkan. Langkah-langkah umumnya sebagai berikut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>1. Pengumpulan dan pemisahan sampah</strong><br />
Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunderan adalah sampah organik, tahapan ini mudah dilakukan secara manual.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>2. Pencacahan Sampah</strong><br />
Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#000000;">3. Penyiapan </span></strong><br />
<span style="color:#000000;">Umumnya untuk bahan-bahan lain </span></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#000000;">4. Pecampuran </span></strong><br />
<span style="color:#000000;">Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. Sampah tidak boleh diinjak-injak, karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang. Setelah penuh, sampah ditutup dengan terpal plastik dan didiamkan selama 14 hari.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>5. Panen Kompos</strong><br />
Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Kompos sampah telah cukup matang. Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Di tempat ini kompos dicacah lagi dan dikemas ke dalam karung-karung plastik.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>6. Pengolahan Paska Panen</strong><br />
Setelah dipanen kompos dijemur untuk mengurangi kadar air kompos. Kompos yang telah kering selanjutnya dicacah agar ukurannya seragam dan menarik. Kemudain kompos dikemas ke dalam karung-karung plastik.</span></p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.ibriec.org/">Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> dengan </span></a><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/">Yayasan Danamon Peduli</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;">. Tulisan ini ditulis berdasarkan laporan dari Dian Al Arief B yang berada di lapangan selama beberapa minggu. Semoga bermanfaat.</span></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/05/03/mengelola-sampah-rumah-tangga-di-perkampunganperkotaan/">Mengelola Sampah Warga di Perkampungan</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="pasar bunderan sragen" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pasar-bunderan-sragen/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Pasar Bunder Sragen salah satu lokasi pengolahan sampah pasar dengan PROMI</span></a><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/en/What'sNew_PasarBunder">Pasar Bunderan</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="angkut sampah" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/angkut-sampah/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Perhatikan tong sampah yang tersusun rapi dan ada logo Danamon Peduli.</span></a><a title="sampah pasar bunderan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/sampah-pasar-bunderan/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="sampah pasar bunderan 2" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/sampah-pasar-bunderan-2/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="sampah plastik" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar03.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Sampah non organik mudah dipisahkan</span></a><a title="buang sampah" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/buang-sampah/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Mbok-mbok tukang angkut membuang sampah atas suruhan pedagang pasar.</span></a><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/">Yayasan Danamon Peduli</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> membangun rumah kompos yang didesain secara khusus. Secara umum rumah kompos terdiri dari bak-bak inkubasi berjumlah sekitar 14 bak, tempat untuk menampung sampah, ruang pencacahan dan mesin pencacah, tempat untuk menampung sampah non organik, ruang pengemasan, dan display. Di dalam rumah kompos tersebut didesain pula saluran-saluran air untuk menampung air lindi yang keluar dari sampah dan ditampung di bak fermentasi sebelum diolah menjadi pupuk cair.<br />
</span></a><a title="rumah kompos" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/rumah-kompos/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Rumah kompos yang sedang dalam proses pembangunan.</span></a><a title="bak pengomposan" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos2.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Bak pengomposan.</span></a><a title="mengumpulkan sampah" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkansampah.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="sortasi" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkandansortasi.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Menampung sampah sekaligus menyortir sampah non organik.</span></a><a title="pencacahan 1" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pencacahan-1/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="pencacahan ke2" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan2.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> diencerkan dengan air, tetapi untuk sampah pasar ini PROMI tidak boleh diencerkan dengan air. Kandungan air di dalam sampah sudah cukup tinggi sehingga penambahan air akan kurang baik untuk proses pengomposan. Bahan yang digunakan untuk mengencerkan </span></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> adalah pasir atau tanah kering. Tanah/Pasir diayak terlebih dahulu sebelum digunakan.<br />
</span></a><a title="PROMI dan Pasir" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi1.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="pengenceran promi" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengenceran-promi/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> di dalam Bak Pengomposan</span></a><a title="ditampung di bak pengomosan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/ditampung-di-bak-pengomosan/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="proses inkubasi" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/proses-inkubasi/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Sampah ditutup dengan terpal plastik dan diikubasi.</span></a><a title="kompos yang telah matang" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/kompos-yang-telah-matang/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Kompos matang setelah 14 hari.</span></a><a title="panen kompos" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/panenkompos.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Panen kompos.</span></a><a title="penjemuran" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/penjemuran/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Penyemuran</span></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://www.ibriec.org/">Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> dengan </span></a><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/">Yayasan Danamon Peduli</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;">. Tulisan ini ditulis berdasarkan laporan dari Dian Al Arief B yang berada di lapangan selama beberapa minggu. Semoga bermanfaat.</span></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/05/03/mengelola-sampah-rumah-tangga-di-perkampunganperkotaan/">Mengelola Sampah Warga di Perkampungan</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="pasar bunderan sragen" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pasar-bunderan-sragen/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Pasar Bunder Sragen salah satu lokasi pengolahan sampah pasar dengan PROMI</span></a><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/en/What'sNew_PasarBunder">Pasar Bunderan</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="angkut sampah" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/angkut-sampah/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Perhatikan tong sampah yang tersusun rapi dan ada logo Danamon Peduli.</span></a><a title="sampah pasar bunderan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/sampah-pasar-bunderan/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="sampah pasar bunderan 2" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/sampah-pasar-bunderan-2/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="sampah plastik" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar03.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Sampah non organik mudah dipisahkan</span></a><a title="buang sampah" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/buang-sampah/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Mbok-mbok tukang angkut membuang sampah atas suruhan pedagang pasar.</span></a><a href="http://www.danamonpeduli.or.id/">Yayasan Danamon Peduli</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> membangun rumah kompos yang didesain secara khusus. Secara umum rumah kompos terdiri dari bak-bak inkubasi berjumlah sekitar 14 bak, tempat untuk menampung sampah, ruang pencacahan dan mesin pencacah, tempat untuk menampung sampah non organik, ruang pengemasan, dan display. Di dalam rumah kompos tersebut didesain pula saluran-saluran air untuk menampung air lindi yang keluar dari sampah dan ditampung di bak fermentasi sebelum diolah menjadi pupuk cair.<br />
</span></a><a title="rumah kompos" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/rumah-kompos/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Rumah kompos yang sedang dalam proses pembangunan.</span></a><a title="bak pengomposan" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos2.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Bak pengomposan.</span></a><a title="mengumpulkan sampah" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkansampah.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="sortasi" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkandansortasi.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Menampung sampah sekaligus menyortir sampah non organik.</span></a><a title="pencacahan 1" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pencacahan-1/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="pencacahan ke2" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan2.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> diencerkan dengan air, tetapi untuk sampah pasar ini PROMI tidak boleh diencerkan dengan air. Kandungan air di dalam sampah sudah cukup tinggi sehingga penambahan air akan kurang baik untuk proses pengomposan. Bahan yang digunakan untuk mengencerkan </span></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> adalah pasir atau tanah kering. Tanah/Pasir diayak terlebih dahulu sebelum digunakan.<br />
</span></a><a title="PROMI dan Pasir" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi1.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="pengenceran promi" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengenceran-promi/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/19/promi/">PROMI</a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><span style="color:#000000;"> di dalam Bak Pengomposan</span></a><a title="ditampung di bak pengomosan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/ditampung-di-bak-pengomosan/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a><a title="proses inkubasi" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/proses-inkubasi/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Sampah ditutup dengan terpal plastik dan diikubasi.</span></a><a title="kompos yang telah matang" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/kompos-yang-telah-matang/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Kompos matang setelah 14 hari.</span></a><a title="panen kompos" href="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/panenkompos.jpg"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Panen kompos.</span></a><a title="penjemuran" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/penjemuran/"></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"><br />
<span style="color:#000000;">Penyemuran</span></a><a title="pengemasan" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/pengemasan/"></a></p>
<p></span></a></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Masalah sampah menjadi salah satu permasalahan di setiap kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Penangangan masalah sampah yang tidak baik akan menimbulkan dampak yang luas, tidak saja bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi perekonomian, dan sosial. Contoh kongkrit adalah permasalahan sampah di kota Bandung beberapa waktu yang lalu.Penanganan masalah sampah sebenarnya tidak terlalu susah. Namun juga tidak sederhana. Untuk menangani masalah sampah ini diperlukan kemauan yang kuat baik dari pemerintah maupuan masyarakat. Kami ingin berbagi pengalaman tentang penanganan sampah organik pasar. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama </span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="color:#000000;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Baca juga: </span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;">
<hr size="2" /></div>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Pasar Bunder Sragen</span></span></h3>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Link terkait: </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pasar yang terletak di tengah kota sragen ini memiliki beberapa kelebihan.  Pertama adalah kesadaran para pedagang pasar akan kebersihan.  Setiap pedagang memiliki keranjang sampah sendiri-sendiri.  Pengelola pasarpun juga menyediakan tempat sampah yang tersusun rapi dalam jarak yang dekat (3 -4 m).  Perhatikan gambar di bawah ini,  petugas kebersihan mengangkut sampah setiap beberap jam sekali.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Pedagang pun sudah mulai sadar untuk memisahkan sampah organikdengan sampah non organik.  Sampah sisa-sisa sayuran ditempatkan di tempat yang terpisah dengan sampah plastik.  Hal ini sangat memudahkan petugas sampah untuk sortasi sampah.</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Sampah pasar yang didominasi sampah organik</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Hebatnya lagi, jika kebetulan ada sampah yang tidak terangkut oleh petugas kebersihan para pedagang dengan sukarela mengupah mbok-mbok tukang angkut untuk membuat sampah ke tempat sampah.  Ongkosnya Rp. 1000 untuk setiap kali membuang sampah.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;">Banyaknya sampah organik dari pasar Bunderan Sragen kurang lebih sebesar 5 ton per hari. Maka jika sampah organik ini diolah menjadi kompos maka bisa dihasilkan kurang lebih 2.5 ton kompos/hari atau kurang lebih 75 ton sebulan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Nilai ekonominya lumayan besar juga. Misalkan saja kompos tersebut dihargai Rp. 250/kg maka nilainya mencapai Rp. 18.750.000 (Catatan:nilai ini bukan angka resmi hanya dugaan saya saja).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selain kompos, pengolahan limbah organik pasar juga menghasilkan pupuk organik cair yang jumlahnya mencapai 180 liter/hari atau 5400 liter/bulan. Jika diasumsikan harga pupuk cair mencapai Rp. 20.000/liter maka nilainya bisa mencapai Rp. 10.800.000 /bulan(catatan: sekali lagi ini bukan angka resmi tetapi dugaan saya saja).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jika dijumlahkan maka potensi nilai ekonominya mencapai Rp. 29.550.000/bulan. Jumlah yang cukup besar. Dan saya rasa ini bisa untuk membiayai pengelolaan sampah di pasar tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pertanyaannya kemudian adalah <strong>Siapa yang mau membeli kompos dan pupuk organik cair tersebut</strong>. Artinya bagaimana cara menjualnya dan di mana pasarnya. Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi yang jelas untuk hal ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, demikian kompos dan pupuk cair ini bisa digunakan untuk banyak hal. Andaikan belum lakupun bisa digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman di pinggir jalan, taman-taman kota, perkantoran pemerintah, dan lain-lain. Atau melalui dinas-dinas terkait pupuk organik ini bisa diberikan kepada para petani yang ada di sragen. Banyak manfaat ganda yang diperoleh dari pengolahan sampah pasar ini.</span></p>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Rumah Kompos</span></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Untuk memperlancar kegiatan ini </span></p>
<p> </p>
<h3 style="margin:auto 0;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Prosedur Pengomposan</span></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Prosedur umum pengomposan pada prinsipnya hampir sama seperti pada prosedur yang telah saya jelaskan di bagian lain (klik di sini). Tetapi ada sedikit modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan yang akan dikomposkan. Langkah-langkah umumnya sebagai berikut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>1. Pengumpulan dan pemisahan sampah</strong><br />
Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. Karena sebagian besar sampah pasar Bunderan adalah sampah organik, tahapan ini mudah dilakukan secara manual.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>2. Pencacahan Sampah</strong><br />
Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#000000;">3. Penyiapan </span></strong><br />
<span style="color:#000000;">Umumnya untuk bahan-bahan lain </span></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#000000;">4. Pecampuran </span></strong><br />
<span style="color:#000000;">Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. Sampah tidak boleh diinjak-injak, karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang. Setelah penuh, sampah ditutup dengan terpal plastik dan didiamkan selama 14 hari.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>5. Panen Kompos</strong><br />
Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Kompos sampah telah cukup matang. Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Di tempat ini kompos dicacah lagi dan dikemas ke dalam karung-karung plastik.<br />
</span></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>6. Pengolahan Paska Panen</strong><br />
Setelah dipanen kompos dijemur untuk mengurangi kadar air kompos. Kompos yang telah kering selanjutnya dicacah agar ukurannya seragam dan menarik. Kemudain kompos dikemas ke dalam karung-karung plastik.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayastar.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayastar.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayastar.wordpress.com&amp;blog=4644162&amp;post=5&amp;subd=ayastar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayastar.wordpress.com/2008/12/20/mengolah-sampah-menjadi-mewah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feee24ab3c4b3b594ee7c8bc79121443?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayastar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/pasarbundersragen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pasar bunderan sragen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/angkutsampah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">angkut sampah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sampah pasar bunderan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sampah pasar bunderan 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/sampahpasar03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sampah plastik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/03/buangsampah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buang sampah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumah kompos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/rumahkompos2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bak pengomposan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkansampah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mengumpulkan sampah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/mengumpulkandansortasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sortasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pencacahan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pencacahan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pencacahan ke2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PROMI dan Pasir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/persiapanpromi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pengenceran promi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/penumpukan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ditampung di bak pengomosan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/inkubasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">proses inkubasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/komposmatang2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kompos yang telah matang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/panenkompos.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">panen kompos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/penjemuran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">penjemuran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://isroi.files.wordpress.com/2008/04/pengemasan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pengemasan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ayastar.wordpress.com/2008/08/28/hello-world/</link>
		<comments>http://ayastar.wordpress.com/2008/08/28/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 06:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayastar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayastar.wordpress.com&amp;blog=4644162&amp;post=1&amp;subd=ayastar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ayastar.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ayastar.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayastar.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayastar.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayastar.wordpress.com&amp;blog=4644162&amp;post=1&amp;subd=ayastar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayastar.wordpress.com/2008/08/28/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/feee24ab3c4b3b594ee7c8bc79121443?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayastar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
